Pesantren Kilat Ramadhan 2026, PKBM Bumi Literasi Gandeng Juleha Ajarkan Penyembelihan Halal
PATUMBAK, 8 Maret 2026 — PKBM Bumi Literasi Patumbak menggelar kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan (PKR) 2026 yang diikuti puluhan siswa pada Minggu (8/3). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan ini diisi dengan berbagai pembelajaran keislaman, termasuk pelatihan praktik penyembelihan hewan unggas secara halal yang dipandu oleh Juru Sembelih Halal (Juleha).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PKBM Bumi Literasi tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman keagamaan siswa sekaligus memberikan keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, dalam kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan tahun ini, pihak sekolah menggandeng Dewan Pimpinan Pusat Juru Sembelih Halal (DPP Juleha) untuk memberikan pelatihan langsung kepada para siswa tentang tata cara penyembelihan hewan unggas sesuai syariat Islam.
Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri Hermant Lobis dari DPP Juleha. Dalam pemaparannya, Hermant menjelaskan bahwa pemahaman mengenai penyembelihan halal sangat penting dikenalkan kepada generasi muda sejak dini.

Menurutnya, pengetahuan tentang proses penyembelihan hewan yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah, tetapi juga menyangkut kesadaran umat Islam dalam mengonsumsi makanan yang halal.
“Generasi muda harus memahami bagaimana proses penyembelihan hewan yang benar menurut syariat Islam. Ini penting karena mereka adalah penerus tonggak kepemimpinan Islam di masa mendatang,” ujar Hermant Lobis saat memberikan materi kepada para siswa.
Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, penyembelihan hewan memiliki aturan yang jelas, mulai dari niat, penggunaan alat yang tajam, hingga tata cara memotong bagian tertentu pada leher hewan agar prosesnya sesuai dengan syariat.
Selain pemaparan teori, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan unggas yang dilakukan sesuai standar halal. Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 20 ekor ayam disiapkan sebagai bahan praktik penyembelihan.
Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan pemateri, tetapi juga memperhatikan secara langsung setiap tahapan proses penyembelihan yang dilakukan.

Hermant menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk memperluas literasi halal di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
“Sering kali masyarakat hanya membeli daging atau ayam tanpa mengetahui bagaimana proses penyembelihannya. Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa bisa memahami standar penyembelihan halal sekaligus menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala PKBM Bumi Literasi, Yulhasni, mengatakan bahwa kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun di lembaga pendidikan nonformal tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para siswa sekaligus membentuk karakter yang religius dan peduli terhadap ajaran agama.
“Setiap Ramadhan kami selalu melaksanakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa,” ujar Yulhasni.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini kegiatan PKR dibuat lebih menarik dengan menghadirkan pelatihan khusus tentang penyembelihan hewan unggas yang bekerja sama dengan DPP Juleha.
Kerja sama tersebut, kata dia, menjadi salah satu upaya untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif kepada para siswa.
“Menariknya, tahun ini kami bekerja sama dengan DPP Juleha untuk memberikan pelatihan penyembelihan hewan unggas kepada para siswa. Dalam kegiatan ini disiapkan sekitar 20 ekor ayam sebagai bahan praktik,” jelasnya.
Menurut Yulhasni, pelatihan tersebut memiliki nilai edukatif yang sangat penting bagi para siswa, khususnya dalam memahami syariat Islam yang berkaitan dengan konsumsi makanan halal.
Ia mengungkapkan bahwa masih banyak generasi muda yang belum memahami secara menyeluruh tentang tata cara penyembelihan hewan yang benar menurut ajaran Islam.
“Ini merupakan pelajaran penting tentang syiar Islam di bulan Ramadhan. Banyak generasi muda kita yang mungkin belum memahami sepenuhnya bagaimana cara memotong hewan sesuai syariat,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa melalui pelatihan tersebut para siswa diharapkan memiliki kesadaran yang lebih tinggi terkait kehalalan makanan yang mereka konsumsi.
“Setidaknya setelah mengikuti kegiatan ini mereka bisa mengetahui bagaimana proses penyembelihan yang benar. Bahkan ketika mereka membeli ayam di pasar atau di tempat lain, mereka sudah punya pemahaman apakah ayam itu dipotong dengan cara yang benar atau justru tidak dipotong sesuai syariat,” ujarnya.
Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan di PKBM Bumi Literasi berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan serius, mulai dari materi keagamaan hingga praktik penyembelihan hewan unggas.

Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran religius serta memperkuat pemahaman siswa terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak PKBM Bumi Literasi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dengan menghadirkan berbagai materi yang bermanfaat bagi para siswa.
Melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan ini, lembaga pendidikan tersebut berupaya tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan nilai-nilai keislaman serta keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Leave a Comment